Status quo Mesjid Al-Aqsa Semenjak 1967 Hingga 2017

Semenjak 1967, Yordania dan Israel sependapat bahwa Wakaf, atau kepercayaan Islam, akan memiliki kontrol atas hal-hal di dalam rumit mesjid Al-Aqsa, sementara Israel akan membatasi keamanan eksternal. Non-Muslim akan diizinkan ke situs selama jam berkunjung, tapi tidak akan dibolehkan untuk sholat di sana. Tetapi, gerakan Kuil yang meningkat, seperti Faithful Mountain Temple dan Institut Kuil, sudah menantang larangan pemerintah Israel untuk memperbolehkan orang Yahudi menjelang kompleks, dan mereka bertujuan untuk membangun kembali Kuil Yahudi Ketiga di rumit tersebut. Klasifikasi-kategori semacam itu didanai oleh member pemerintah Israel, padahal mereka mengklaim keinginan untuk mempertahankan status quo di website tersebut. Sementara itu, sekiranya anda berniat untuk berkunjung ke Masjid Al-Aqsa, anda bisa mencoba jasa Tour Aqsa Surabaya terpercaya, agar anda dapat berangkat kesana dengan layanan yang terbaik dan aman dengan harga relatif murah.

Hari ini, pasukan Israel secara rutin membolehkan golongan-golongan, sebagian dari ratusan, pemukim Yahudi yang tinggal di wilayah Palestina yang diduduki untuk turun ke kompleks al-Aqsa di bawah perlindungan polisi dan tentara, membangkitkan kekhawatiran Palestina tentang pengambilalihan Israel atas kompleks hal yang demikian.

Pada tahun 1990, Temple Mount Faithful mengungkapkan akan meletakkan landasan bagi Kuil Ketiga menggantikan Kubah Batu (Dome of Rock), yang menyebabkan kerusuhan dan pembantaian di mana 20 warga Palestina dibunuh oleh polisi Israel.

Pada tahun 2000, politisi Israel Ariel Sharon memasuki web suci hal yang demikian dipandu oleh sekitar 1.000 polisi Israel, dengan sengaja menegaskan kembali klaim Israel atas kawasan yang diperebutkan tersebut, sehubungan dengan negosiasi tenteram yang diprakarsai oleh Perdana Menteri Ehud Barak dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang termasuk diskusi mengenai bagaimana kedua belah pihak bisa berbagi Yerusalem. Pintu masuk Sharon ke markas melepaskan Intifada Kedua, di mana lebih dari 3.000 warga Palestina dan sekitar 1.000 warga Israel terbunuh.

Pada bulan Mei 2017, kabinet Israel mengadakan pertemuan mingguan di terowongan di bawah Masjid al-Aqsa, pada peringatan 50 tahun pendudukan Israel di Yerusalem Timur, \”untuk menandai pembebasan dan penyatuan Yerusalem\”, yang yakni sebuah langkah yang membuat berang warga Palestina.

This entry was posted in Information and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *